Senin, 10 Oktober 2011

Dangdut Telah Go Internasional

Dangdut Telah Go Internasional

Musik Dangdut yang merupakan musik asli Bangsa Indonesia, sebagian besar di antara kita selama ini hanya menganggap musik kampungan dengan penampilan para penyanyinya terutama untuk yang cewek dengan pakaiannya yang sangat seksi. Keseksian mereka dalam berpenampilan sampai menimbulkan persepsi yang salah dibenak saya dengan menganggap mereka seronok. Hal ini tak lepas dari bagaimana penyanyi-penyanyi baru yang tampil dengan pakain minim dipadu dengan berbagai goyangan yang sangat menggoda.
Beberapa sisi negatif yang melekat pada musik dangdut sempat membuat saya pribadi sangat kurang suka melihat penampilan para penyanyinya. Hal itu secara tidak langsung juga membuat saya kurang begitu suka dengan musik dangdut. Dan itu sungguh mengherankan saya secara pribadi, karena ternyata saya masih suka dengan lagu-lagu daerah yang masih ada kecenderungan untuk condong ke ranah musik dangdut. Musik daerah yang saya suka adalah campursari dan tentunya musik dari daerah asal saya kendang kempul Banyuwangi.
Kekurang sukaan saya terhadap musik dangdut, sedikit terganti dengan rasa penasaran saat mendengar tukul menyebut nama Arreal Thilgman asal Amerika sebagai penyanyi dangdut profesional pertama dari negeri paman sam tersebut. Segera saya googling di internet tentang perkembangan musik dangdut di beberapa negara. Yang pertama saya cari tentu info tentang musik dangdut di Amerika sana.
Arreal Thilgman merupakan penyanyi dangdut pertama hasil kompetisi pencarian bakat bernyanyi musik dangdut yang diadakan olehNew Sound Realese ( NSR ). NSR sendiri merupakan perusahaan rekaman yang dimiliki okeh wanita asal Indonesia yang telah menetap di Amerika selama 20 tahun. Wanita tersebut adalah Rissa Asnan istri dari Fouad Kiamiliev.
Rissa gigih memperkenalkan musik dangdut. Di mulai pada tahun 2007 lalu saat dia pertama kali mengadakan audisi penyanyi dangdut di sana. Setlah sempat gagal di tahun pertama, akhirnya dia merubah cara audisi pencarian bakat penyanyi dangdut tersebut. Arreal Thilgman sendiri adalah pemenang apada edisi 2008 lalu. Untuk memperkenalkan musik dangdut tersebut, atas prakarsa Rissa Asnan yang akrab dipanggil Ira, maka Arreal dikirim ke Indonesia untuk belajar musik dangdut sekaligus membuat album dangdut yang akan dipasarkan di Indonesia dan Amerika. Video audisi
Selama proses pembuat lagu di Indonesia Arreal dilatih oleh penyanyi kenamaan yang selama ini terkenal dengan sebutan Miss Pitch Control Trie Utamie. Dengan gemblengan langsung dari penyanyi yang pernah menjadi juri di Akademi Fantasi Indosiar dan juga Kontes Dangdut TPI tersebut, Arreal makin mantap untuk membuat musik dangdut go Internasional. Dalam album dangdut pertamanya, dia merekam 10 lagu dengan 2 diantaranya berbahasa Indonesia.
Selain Arreal dan Rissa Asnan dengan NSR-nya, pengenalan musik dangdut juga dilakukan oleh seorang peneliti seni budaya Indonesia yang sangat lama tinggal di sini yakni prof. Andrew N Weintraub asal University of Pitsburgh. Andrew membentuk band dangdut di Univertsitas tempatnya mengajar yang dia beri nama Dangdut Cowboys. Dia sangat tertarik dengan musik dangdut terutama karya-karya Haji Rhoma Irama.
Selain dengan membentuk band dangdut, Prof Andrew juga semakin getol melakukan penelitian tentang musik dangdut di Indonesia. Dari penelitian di berbagai daerah tersebut, dia lebih banyak melakukan penelitian di daerah Jawa Timur yang selama ini memang terkenal sebagai gudangnya penyanyi dangdut di Tanah air. Selain di Jatim, dia juga sudah melanglang buana ke banyak kota besar di Indonesia antara lain Bandung, Makasar, Jogja, Medan, Manado dan kota-kota lainnya hanya untuk meneliti musik dangdut.
Di beberapa Universitas di Amerika, musik dangdut juga diajarkan. Menurut Andrew hal itu dikarenakan keunikan musik asli bangsa ini. Musik yang banyak dipengaruhi oleh berbagai musik seperti musik arab, India, melayu serta musik barat. Hal ini menambah kaya khasanah musik yang menonjol dengan bunyi ketipung ini. Dari hasil penelitiannya selama di Indonesia, Andrew telah menerbitkan buku yang khusus membahas tentang musik dangdut. sosok Andrew bisa dilihat disini.
Selain di Amerika musik dangdut juga telah merambah ranah negeri kanguru Australia. Beberapa penyanyi dangdut pernah tampil di sana, antara lain Ikke Nurjannah, Meggy Z, Rhoma Irama dan beberapa lainnya. Di Aussie ada grup musik dangdut yang biasa tampil membawakan lagu dangdut yakni grup Soerkansyah yang dipimpin oleh Deva Permana.
Grup musik yang berdiri pada tahun 1999 ini beranggotakan Warga Negara Indonesia yang menetap di sana. Sejauh ini mereka sering membawakan lagu -lagu seperti fatimah, Bang Thoyib, Terrajana dan lagu-lagu lainnya. Mereka sering mengisi acara musik di KBRI. Soerkansyah juga pernah mewakili Indonesia dalam festival sejuta bunga tulip. Selain merupakan satu-satunya grup musik dangdut di Aussie, grup musik ini juga telah mengeluarkan album rekaman. Videonya disini
Sementara di negeri sakura sana, musik dangdut juga mencoba peruntungannya untuk bisa bersaing dengan musik lainnya. Bahkan di sana telah terbentuk beberapa band yang mengusung genre musik dangdut. Grup musik dangdut ternama dari jepang adalah OM RANEMA ( Orkes Melayu Rakyat Negeri Matahari ) yang dulu bernama OM Eksis. Band ini terbentuk di bulan oktober 1996 dengan anggotanya antara lain: Hamdan Ooki (Guitar),Kasep Ohya (Guitar),EBIZO (Bass), Bintan balu Nakamura (Mandolin), Hide shindoh (Percussions), M Yokota (Gendang), Dorce ZAB (Keyboards), Emily Chang (Keyboards), C Endoh (Suling),Venndy (Vo),Yuki Shara (Vo), Ukulele Windii (Vo) dan Erika A (Vo).
OM Ranema biasanya membawakan lagu-lagu dari penyanyi dangdut lama seperti Elvi Sukesih, Rhoma Irama, Evie Tamala, Iis Sugiarto dan lainnya. Selain mereka masih ada lagi grup band dangdut lainnya yakni Hati 93 Dangduters. Sayang tak banyak info yang saya peroleh tentang mereka.Aliran musik dangdut di jepang lebih suka menyebutnya dengan J-Dangdut, untuk mempermudah penyebutannya. Penamaan ini sedikit banyak terpengaruh oleh aliran musik lain yang di jepang disebut sesuai dengan alirannya, tapi ada penambahan huruf J di depannya, semisal J-Rock ataupun J-pop.
Di jepang ada satu grup musik lainnya yang sepertinya sangat terinfluence dengan musik jenis dangdut. Grup band tersebut bernama Drunk Girlz. Grup ini menyanyikan sebuah lagu layaknya lagu dalam irama musik dangdut di Indonesia yang mendayu-dayu. Dan itu sangat terasa banget walau lagunya dalam tempo cepat, tapi cengkok dangdutnya terasa banget. dan berdasar komentar yang sempat saya baca di situs You tube yang menayangkan video lagu tersebut, mereka tidak mengakui jika  lagu ini sangat berasa dangdut. Mereka mengaku jika musik Drunk Girls adalah musik rock asil jepang yang mereka sebut musik ENKA. Berikut ini video dan syair lagu dangdut tersebut dalam bahasa jepang. coba bandingkan dengan musik dangdut.
bang, dare kara no sms bang
bang, “honey” to kaite aru sms yo
bang, kanojo kara nano deshou
bang, kimochi iya ni nacchau yo
bang, onegai kotae wo dashinasai
denakereba keitai wo sutecchau yo
bang, ima shojikini oshiete kurenai
hontouni suki nara…
Kimi to hanashiattara
Iiwake nante umai yo ne
Uso made itte shimatte
Zutto zutto uso bakari
Bango ga machigai lah
Dareka no joudan lah
Bango ga machigai lah
Dareka no joudan lah
Kore kara, kimi no keitai wa atashi no mono da

Selain berkembang di Amerika, Australia dan jepang ternyata dangdut juga telah merambah ke negara-negara lainnya. Negara-negara itu antara lain Inggris, Belanda, Perancis serta beberapa negara lainnya.
Setelah membaca begitu banyak ulasan bagaimana negara lain sudah mulai tertarik untuk membawa musik dangdut go internasional, sedikit banyak telah menggugah saya untuk sedikit-sedikit menyukai musik asli bangsa ini. Meski tetap dalam hati kecil, saya tidak begitu suka dengan musik dangdut versi koplo yang terkesan begitu banyak menampilkan cewek-cewek berpakain seksi dengan goyangannya yang begitu menggoda.
12990983391276730581
Note : Ditulis ulang berdasarkan referensi dari berbagai situs mengenai perkembangan musik dangdut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar