Minggu, 22 Februari 2015

Makalah Kebutuhan Dasar Manusia II "Diet pada Bayi dan Anak"


BAB I
PENDAHULUAN
            1.1       Latar Belakang
         Kebutuhan serta peran gizi bagi tubuh manusia berbeda-beda. Hal itu tergantung dan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yang diantaranya adalah karena faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan atau status dalam masyarakat, dan hal lain yang mempengaruhi kegiatan dan sirkulasi serta proses metabolisme dalam tubuh maupun proses pembuangannya.
Pada makalah ini, penulis akan membahas mengenai kebutuhan dan peran gizi dan pola diet bagi tubuh manusia, khususnya bagi bayi dan  anak. Suatu fenomena pada jaman sekarang ini, adalah ketidak mampuan atau ketidaktahuan, bahkan ketidakpedulian terhadap pemenuhan kebutuhan yang memang harus dipenuhi dalam fase pertumbuhan bayi dan anak.
Sehingga beberapa kasus, penyakit yang diderita pada usia dewasa dapat terjadi pada usia bayi dan anak. Namun, siapakah yang disalahkan dalam hal ini? Kesalahan pemikiran dan penanganan dapat berpengaruh. Misalnya saja pada bayi berusia 1-2 tahun yang tidak lagi memperoleh ASI, dan telah diberikan asupan makanan. Pada masa kanak-kanak, tidak menutup kemungkinan anak itu akan lebih beresiko mengidap penyakit maag, daripada seorang anak yang memperoleh asupan makanan pada usia yang tepat.

1.2       Rumusan Masalah
            Adapun rumusuan masalahnya :
1.      Apa defenisi diet?
2.      Bagaimana pola diet pada bayi ?
3.      Bagaimana kebutuhan gizi bagi bayi?
4.      Apa tujuan diet pada bayi?
5.      Bagaimana pola diet pada anak ?
6.      Bagaimana kebutuhan gizi pada anak?
7.      Apa tujuan diet pada anak ?
8.      Bagaimana perhitungan berat badan ideal ?
9.      Bagaimana perhitungan kebutuhan energi untuk bayi dan balita ?

1.3       Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :
1.      Menjelaskan apa defenisi diet;
2.      Menjelaskan bagaimana pola diet pada bayi ;
3.      Menjelaskan bagaimana kebutuhan gizi bagi bayi;
4.      Menjelaskan apa tujuan diet pada bayi;
5.      Menjelaskan bagaimana pola diet pada anak ;
6.      Menjelaskan  bagaimana kebutuhan gizi pada anak;
7.      Menjelaskan bagaimana perhitungan kebutuhan energi untuk bayi dan balita ;
8.      Menjelaskan apa tujuan diet pada anak ;
9.      Menjelaskan bagaimana perhitungan berat badan ideal .

BAB II
ISI

2.1       Pengertian Diet
Diet sering disalahartikan sebagai usaha mengurangi makan untuk mendapatkan berat tubuh yang ideal, atau untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Padahal, berdasarkan asal serapan katanya, arti ini yang sebenarnya adalah mengatur pola makan.Tentu saja, saat ini masih banyak orang yang menyalah artikan arti berat badan sendiri. Oleh karena itu perlu diluruskan mengenai arti menurunkan berat badan yang sebenarnya.
Dalam kamus Gizi Pelengkap Kesehatan Keluarga 2009 keluaran Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Diet memiliki arti sebagai pengaturan pola dan konsumsi makanan serta minuman yang dilarang, dibatasi jumlahnya, dimodifikasi, atau diperolehkan denganjumlah tertentu untuk tujuan terapi penyakit yang diderita,kesehatan, atau penurunan berat badan .

2.2       Diet Pada Bayi
          2.2.1      Kebutuhan Gizi Bagi Bayi
Di usia 0 hingga 6 bulan, sumber gizi bayi adalah air susu ibu (ASI). ASI mengandung gizi yang sangat lengkap sehingga sudah mencukupi standar kebutuhan gizi bayi. Sementara bagi bayi di usia lebih dari 6 bulan memerlukan asupan makanan pendamping ASI sebagai tambahan sumber gizi bayi. Ada tiga komponen pokok dalam pemenuhan kebutuhan gizi bayi, yaitu sumber kalori, vitamin dan mineral. Hingga usia 12 bulan, bayi mengalami pertumbuhann yang sangat pesat. Kalori merupakan gizi untuk bayi yang sangat vital di masa ini.
Berdasarkan angka kecukupan gizi bagi orang Indonesia, rata-rata usia 7-12 bulan memiliki berat badan normal 8.5 kg dan tinggi atau panjang badan 71 cm.
Nutrisi/gizi yang dibutuhkan bayi :
• Karbohidrat: nasi dan kentang untuk zat tenaga dan memberi rasa  kenyang
•   Protein: lauk hewani (telur, ikan, daging sapi, ayam/bebek, susu sapi); lauk nabati ( tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, kacang kedele, susu kedele) untuk zat pertumbuhan, antibodi dan daya tahan tubuh
•  Vitamin dan mineral: buah-buahan matang dan sayuran berwarna terang sebagai zat pengatur dan pelindung serta sumber serat
Berikut ini beberapa jenis makanan atau nutrisi tertentu yang jumlahnya bisa dikurangi sebagai bagian dari diet seimbang untuk bayi, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
·         Gula. Sebagian besar kebutuhan akan gula sudah dipenuhi dari susu atau makanan pendamping ASI yang lain, seperti bubur atau sereal. Konsumsi gula berlebih pada bayi justru akan memicu timbulnya karies gigi ataupun pengeroposan gigi susu bayi. Gigi yang keropos atau berlubang akan menyebabkan rasa nyeri dan akhirnya akan menyebabkan bayi rewel. Kelebihan gula pada bayi juga bisa.  Memicu terjadinya overweight dan obesitas.
·         Lemak jenuh. Konsumsi lemak jenuh yang terlalu tinggi akan menyebabkan bayi mengalami overweight. Apabila dibiarkan, overweight yang dialami bayi akan menyebabkan bayi mengalami obesitas. Obesitas pada bayi justru akan menyebabkan bayi mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti sesak napas atau gangguan fungsi jantung dan peredaran darah. Lemak jenuh dapat ditemukan pada jeroan, daging kambing, otak dan makanan gorengan.
·         Olahan susu. Keju merupakan salah satu produk olahan susu yang banyak mengandung lemak jenuh. Kebutuhan lemak jenuh oleh bayi sudah terpenuhi oleh Air Susu Ibu ataupun konsumsi susu formula tanpa gula. Pemberian makanan tambahan berupa keju sebenarnya tidak dianjurkan, karena bayi dapat mengalami kelebihan lemak. Kelebihan lemak akan memicu terjadinya overweight dan bila dibiarkan akan memicu obesitas.

2.2.2          Tujuan Diet Pada Bayi
Adapun tujuan dari pemberian nutrisi pada Bayi adalahsebagai berikut:
1.          Mencapai berat badan normal dan mempertahankannya;
2.          Mempertahankan status gizi dalam keadaan baik;
3.          Menyediakan zat gizi untuk menjamin tumbuh kembang dan
meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi; dan,
4.          Membina kebiasaan makan yang baik, menumbuhkan pengetahuan tentang makan dan    makanan yang baik pada anak
5.          Mengurangi beberapa jenis makanan, minuman ataupun nutrisi tertentu yang belum diperlukan untuk bayi ataupun jika diperlukan ketersediannya sudah cukup dipenuhi dalam konsumsi jenis makanan tertentu.

2.3           Diet Pada Anak
2.3.1            Kebutuhan Gizi pada Anak
Masa anak-anak sangat penting bagi perkembangan fisik dan mental. Pola makan dannutrisi yang diberikan harus memenuhi untuk menjamin kesehatan anak. Masa anak-anak (1sampai 13 tahun) adalah periode kehidupan yang sangat penting bagi perkembangan fisik danmental. Dalam fase ini, dibutuhkan asupan nutrisi yang tinggi.1.
1.      Kebutuhan Gizi Untuk Balita dan Pra sekolah (1-5 tahun)
Usia balita tidaklah tumbuh sepesat pada masa bayi, tetapi kebutuhan nutrisi merekatetap merupakan prioritas yang utama. Di masa balita ini, nutrisi memegang peranan yang penting dalam perkembangan anak. Masa balita adalah masa transisi terutama pada usia 1 – 2 tahun dimana anak akan mulai memakan makanan yang padat dan menerima rasa serta tekstur makanan yang baru.Kebutuhan nutrisi pada balita sebenarnya juga dipengaruhi oleh usia, besar tubuh, dan tingkat aktivitas yang dilakukannya.
·         Energi : biasanya balita membutuhkan sekitar 1.000 samapi 1.400  kalori per hari.
·         Kalsium : dibutuhkan kurang lebih 500 mg per hari.
·         Zat besi : anak balita membutuhkan 7 mg per hari.
·         Vitamin C dan D.Tubuh anak terdiri dari struktur tulang, otot, peredaran darah, jaringan otak, dan organ-organ lain. Perkembangan tiap struktur ini sangat dipengaruhi oleh masukan (intake) berbagai macam nutrisi makanan penunjang pertumbuhan.

2.      Kebutuhan Gizi untuk anak sekolah (6 – 13 tahun)
Pada usia sekolah ini, anak akan melakukan banyak aktivitas fisik maupun mental,seperti : bermain, belajar, berolahraga, dll. Zat gizi yang diberikan pada nya akan membantudalam meningkatkan kesehatan tubuh anak sehingga sistem pertahanan tubuhnya berkembang dengan baik atau tidak mudah untuk terserang penyakit. Hal yang tidak mudahadalah mengawasi jenis makanan atau jajanan anak baik disekolah maupun dilingkungannya karena pada saat ini anak sudah mulai berinteraksi dengan orang lain (temansebaya).
Anak usia sekolah membutuhkan lebih banyak energi dan zat gizi yang lebih dibandingdengan anak balita. Diperlukan pula tambahan energi, protein, kalsium, fluor, zat besikarena pertumbuhan pada kisaran usia ini sedang pesat dan aktivitas anak semakin bertambah.Untuk memneuhi kebutuan energi dan zat gizi, anak terkadang makan hingga 5 kalisehari. Namun sebaiknya anak tetap diajari untuk makan 3 kali sehari dengan menu giziyang tinggi, yaitu : sarapan, makan siang, dan makan malam. Anak juga perlu untuk diajarisarapan pagi agar dapat berfikir dengan baik di sekolah.

2.3.2       Tujuan Diet pada Anak
1.      Mengontrol berat badan
2.      Memelihara kesehatan tubuh pada anak
3.      Mempertahankan status gizi dalam keadaan baik;
4.      Mengatur pola makan yang baik pada anak.
                   
            2.4   Perhitungan Berat Badan Ideal
1.         Bayi (0-12 Bln)
                    Penentuan BBI (Berat badan Ideal)
            Bila tidak diketahui Berat Badan Lahir :
                        BBI = (USIA : 2) + 3 S/D 4 kg
Bila diketahui Berat Badan Lahir :
Usia 6 bulan : 2 X BBL
Usia 12 bulan: 3 X BBL
ü  Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi total per hari
1)      Energi = 100-120 kalori/ kg BBI
2)      Protein = 10 % X Energi atau= 2,5 – 3 gr/kg BBI
3)      Lemak             = 10- 20 % X Energi
4)      KH                  = 60- 70 % X Energi
2.                  Balita
ü  Penentuan BBI (Berat badan Ideal)
Usia lebih dari 12 bulan : (usia dalam tahun X 2) + 8 kg
ü  Estimasi Kebutuhan Energi dan Zat Gizi total per hari
a.       Energi:
*      1000 + (100 X usia dalam tahun)
*      Usia 1-3 tahun : 100 kalori/ kg BBI
*      Usia 4-6 tahun : 90 kalori/ kg BBI
b.      Protein = 10 % X Energi atau= 1,5 -2,0 gr/kg BBI
c.       Lemak             = 10- 20 % X Energi
d.      KH                  = 60- 70 % X Energi
Cara menggunakannya dicontoh sebagai berikut :
Contoh pertama : anak balita usia 14 bulan, sebelum usia balita ini dimasukan rumus terlebih dahulu usia 14 bulan diuraikan menjadi tahun dan bulan yaitu 1 tahun 2 bulan dimana 1 tahun adalah 12 bulan. Karena n adalah usia dalam tahun dan bulan maka 1 tahun 2 bulan ditulis dengan 1,2 ( dibaca 1 tahun 2 bulan). Selanjutnya baru dimasukan kedalam rumus yaitu:

(Usia anak dalam tahun*28)+
(2 x 1,2) + 8 = 2,4 + 8 = 10,4
Jadi hasilnya Berat Badan Ideal untuk anak balita usia 14 bulan adalah 10,4 kg.

Untuk Berat badan ideal bayi usia 1-12 bulan dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
1)      Untuk usia 1-6 bulan dapat menggunakan rumus : 
BBL(gr) +(usia x 600 gram)
2)      Untuk usia 7-12 bulan dapat menggunakan rumus 
*      BBL (gr) + (usia x 500 gram )
*       (usia/2) +3
Dimana : BBL adalah Berat Badan Lahir Usia dinyatakan dalam bulan



2.5       Perhitungan Kebutuhan Energi untuk Bayi dan Balita
Kebutuhan protein per hari (per kg BB)
Usia
Berat badan (kg)
Tinggi badan (cm)
Protein (gr)
0-6   bulan
7-12 bulan
1-3   tahun
4-5   tahun
6
8,5
12
18
60
71
90
110
10
18
25
39
Rounded Rectangle: Table 1. Kebutuhan protein per hari (per kg BB)

Kecukupan gizi yang dianjurkan (menurut data Departemen kesehatan RI,1968). Dalam daftar tersebut tersebut kebutuhan akan vitamin D tidak dicantumkan, akan tetapi Nelson (1969) mengemukakan angka 400 untuk semua umur.
Gol Umur
Ca
(g)
Fe
(g)
Vit.A sebagai Karotin (mg)
Tiamin
(mg)
Riboflavin
(mg)
Niasin
(mg)
Vit.C
(mg)
Vit D
(mg)
Bayi
6-12bln
0,6
8
1200
0,4
0,5
6
25
(400)
Balita
1-3 thn
4-5 thn
0,5
0,5
0,5
8
10
10
1500
1800
2400
0,5
0,6
0,8
0,7
0,9
1,0
8
9
13
30
40
50

Rounded Rectangle: Table 2. kebutuhan akan zat nutrisi.

                              

Kebutuhan energi rata-rata dari bayi.

Umur
Kebutuhan energi (Kal/kgBB/hari)
FAO (1971)            Nelson (1969)
3 bulan
120
3-5 bulan
115
6-8 bulan
110
9-11 bulan
105
Rata-rata selama masa bayi
112                              110(100-120)
Rounded Rectangle: Table 3. Keb. Energy Rata-Rata




Kebutuhan energi Balita diatas 1 tahun.

Umur Anak
Kebutuhan energi (Kal/kgBB/hari)
FAO (1971)            Nelson (1969)

1
112                           110
1-3
101                           100
4-5
91                              90
Rounded Rectangle: Table 4. Keb. Energy Balita

Gizi balita adalah hal paling utama yang harus diperhatikan oleh orang tua jika ingin tumbuh kembang putra putrinya maksimal.

Pemenuhan gizi pada setiap balita merupakan suatu keharusan karena hal ini sangat berpengaruh pada masa depan si buah hati, terutama pada 5 tahun pertama, karena apa yang terjadi selama 5 tahun pertama tersebut sangat menentukan tahun demi tahun pertumbuhan dan perkembangannya. Hal inilah yang seharusnya mendasari setiap orang tua untuk berusaha agar Gizi Balitanya terpenuhi semaksimal mungkin.


  
 BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Makanan pertama dan utama pada bayi yaitu air susu ibu. Air susu ibu sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam segala hal. Namun bayi juga memerlukan zat-zat gizi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Zat-zat gizi yang diperlukan tersebut termasuk kedalam golongan pembangun, pengatur serta pembangun, yang disebut pula dengan zat atau sumber tenaga.
Semakin umur bayi bertambah maka makanan yang harus di konsumsi pun mengalami perubahan, mulai dari ASI hingga menyapih makanan. Menyapih, secara harfiah berarti membiasakan. Maksudnya, bayi secara berangsur-angsur dibiasakan menyantap makanan orang dewasa. Selama masa penyapihan, makanan bayi berubah dari ASI saja kemakanan yang lazim dihidangkan oleh keluarga, sementara air susu diberikan hanya sebagai makanan tambahan. Dalam pemenuhan kebutuhan tersebut, terdapat kendala yang dihadapi. Misalnya saja kemampuan material untuk memenuhi kebutuhan tersebut atau ketidakmampuan tubuh bayi atau balita untuk menerima zat-zat tersebut.

3.2       Saran
Sebaiknya kita lebih meningkatkan pengtahuan mengenai kepekaan dan kepedulian akan pentingnya gizi bagi tumbuh kembang seorang bayi  dan balita. Terutama pada masa tumbuh kembangnya. Dan itu juga akan berpengaruh pada perkembangan stimulus maupun respon baik pada anak dan balita.






DAFTAR PUSTAKA

Arisman. (2004), Gizi Dalam Daur Kehidupan: Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta: EGC
Gabe Mirkin, M.D. dan Marshall Hoffman. 1984. Kesehatan Olahraga. Jakarta:   PT.Grafidian Jaya
Drs. Joko Pekik Irianto M.Kes. 2007. Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: Penerbit Andi
Moehji, Sjahmien, B.Sc. 1992. Ilmu Gizi. Jakarta: Bhratara Niaga Media
Wiryo, Hananto. (2002), Peningkatan Gizi Bayi, Anak, Ibu Hamil dan Menyusui dengan Makanan Lokal. Jakarta: Sagung Seto
Tips Anak Bayi fikhar. (2012). Beberapa Nutrisi Penting Bagi Balita Anda
Reki. (2003). Kebutuhan Gizi Bayi http://kamusbahasaindonesia.org/ilmu/mirip#ixzz2eaK4mf00. Diambil pada tanggal 19 Februari 2015 . Pukul 13:41 WIB




 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar