Selasa, 24 Februari 2015

TUGAS KDM II


Tuan S, usia 34 tahun laki-laki. Dirawat dirumah sakit A. Dari hasil pengkajian didapatkan keluhan utama sulit untuk tidur, adanya tanda klinik seperti perasaan lelah, gelisa, lesu, apatis, kehitaman daerah sekitar mata, kelopaki mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, dan sakit kepala, akibat nyeri yang sangat hebat didaerah kaki bagian bawah, karena adanya fraktur inkomplit pada tibia dextra.
TUGAS DISKUSI
1.       Klarifikasi istilah atau konsep yang terdapat dalam kasus tersebut! (Gunakan bantuan dengan kamus umum keperawatn atau kedokteran)
2.       Jelaskan permasalahan keperawatan yang terjadi pada kasus tersebut!
3.       Apa perbedaan istirahat dan tidur!
4.       Jelaskan fisiologi tidur!
5.       Jelaskan faktor yang memengaruhi kebutuhan tidur!
6.       Lakukan analisis penyebab masalah keperawatan!
7.       Data apa saja yang perlu ditelusuri untuk menegakkan diagnosis yang ada!
8.       Pemeriksaan diagnostik apakah yang diperlukan dalam kasus tersebut!
9.       Rumusan diagnosis keperawatan yang terjadi pada kasus tersebut!
10.   Susunlah perencanaan atau implementasi atau evaluasi asuhan keperawatan pada kasus tersebut dan dokumentasikan dengan benar!
11.   Carilah dan identifikasikan hasil penelitan yang relevan dengan kasus tersebut.

1.
·         Perasaan lelah  ditandai oleh kapatisme untuk bekerja dan mengurangi efisiensi prestasi, biasanya ditandai perasaan letih dan lemah.
·         Lesu adalah perasaan tidak sehat atau tidak nyaman hal in berkaitan dengan berbagai kondisi medis yang berbeda.
·         Apatis adalah orang yang tidak peduli pada hal hal yang umumnya menarik atau menimbulkan emosi.
·         Konjungtiva adalah selaput lendir yang melapisi sisi dalam kelopak mata, serta menutupi bagian depan sklera.
·         Sakit kepala adalah rasa sakit dibagian kepala atas mata atau telinga, belakang kepala (oocipital) atau dibelakang leher bagian atas.
·         Fraktur inkomplit adalah patah sebagian dari tulang tanpa pemisahan.
·         Gelisah adalah suatu perasaan dimana timbulnya suasana hati yang tidak tentram selalalu merasa khwatir dan tidak tenang.
·         Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan yang dapat berkisar dari ketidaknyamanan ringan sampai penderitaan.
·         Kelopak mata bengkak adalah kondisi dimana bagian kelopak mata itu terjadi penumpukan atau membekunya darah akibat suatu tindakan.
·         Kehitaman disekitar mata adalah suatu gejala dimana ini terjadi karena kekurangan zat besi, anemia, susah tidur dan penyebab lainnya.
·         Tibia dextra adalah tulang kering yang terdapat pada kaki sebelah kanan.
·         Mata perih adalah suatu kondisi dimana terjadinya gangguan pada funsi mata berupa nyeri atau keluar cairan yang diakibatkan benda asing atau suatu penyakit yang ditimbulkan dalam tubuh.
·         Perhatian terpecah-pecah adalah suatu kondisi dimana hilangnya konsentrasi atau fokus seseorang yang tidak tertuju pada suatu pandangan.
3. Istirahat merupakan keadaan yang tenang, relaks tanpa tekanan emosinal dan bebas dari kegelisahan(ansietas). Sedangkan tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar yang dialami seseorang, yang dapat dibangunkan kembali dengan indra atau ransangan yang cukup.
4. Tidur didefenisikan sebagai suatu keadaan bahwa sadar dimana orang tersebut dapat dibangunkan dengan pemberian rangsang sensorik atau dengan rangsang lainnya. Terdapat bebagai tahap dalam tidur, dari tidur yang sangat ringan sampai tidur yang sangat dalam; para peneliti tidur juga membagi tidur menjadi dua tipe yang secara keseluruhan berbeda, yang memiliki kualitas yang berbeda pula yaitu sebagai berikut:  1. Tidur gelombang lambat, sebab pada titik ini gelombang otaknya sangat lambat 2. Tidur dengan gerakan cepat mata, sebab pada tipe tidur ini mata bergerak dengan cepat meskipun orang tetap tidur.
8. pemeriksaan diagnostik:  a. Pemeriksaan ronsesn: menentukan lokasi/luasnya/fraktur/trauma b. Skan tulang: memperlihatkan fraktur, juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak.
9. Diagnosa keperawatan: 1. Gangguan rasa nyaman, 2. Gangguan mobilisasi fisik berhubungan dengan fraktur inkomplit pada tiba dextra, 3. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit
7. Data yang perlu ditelusuri untuk menegakkan diagnosa.
2. Permasalahan keperawatn  yang terjadi pada kasus tersebut adalah keluhan utama sulit untuk tidur, adanya tanda klinik seperti perasaan lelah, gelisa, lesu, apatis, kehitaman daerah sekitar mata, kelopaki mata bengkak, konjungtiva merah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, dan sakit kepala, akibat nyeri yang sangat hebat didaerah kaki bagian bawah, karena adanya fraktur inkomplit pada tibia dextra.
5. Faktor yang memepengaruhi kebutuhan tidur: 1. Sakit yang menyebabkan nyeri atau gangguan fisik dapat menyebabkan masalah tidur, 2. Lingkungan dapat mempercepat atau memperlambat tidur, 3. Letiih, diperkirakan bahwa orang yang letih sedang biasanya mengalami tidur yang tenang.  4. Gaya hidup, seseorang yang jam kerjanya bergeser dan seringkali berganti jam kerjanya harus mengatur aktivitas untuk siap tertidur disaat yang tepat, 5.Stres emosional ansietas dan depresi seringkali menggangu tidur , 6. Diet penurunan berat badan telah dihubungkan dengan pengurangan waktu tidur total serta tidur yang terputus dan bangun tidur lebih awal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar