Senin, 30 November 2015

LAPORAN PRAKTIKUM UJI PH DAN KANDUNGAN VITAMIN C DALAM AS





LAPORAN PRAKTIKUM
“UJI PH DAN KANDUNGAN VITAMIN C DALAM ASI”






DOSEN : BU FITRIA GUSFA, M.Si
KELOMPOK 2 :
HUMAIROH SARI OMAR
INDRIWATI
MUHAMMAD ARIF
NIA NANDY KHAIRUNNISAK
NOVA SABTIANI
SRI ATUN

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES RIAU JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI D IV KEPERAWATAN
2015
  






KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT. bahwa kelompok telah menyelesaikan tugas laporan ini.Laporan Biokima ini membahas tentang uji pHdan kandungan Vitamin C pada ASI.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun kelompok menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan dosen pengajar, teman-teman, juga dorongan dan bimbingan orang tua. sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai, Amiin.





                                                                                           Pekanbaru, 21 November 2015


Kelompok 2








DAFTAR ISI

BAB I  : PENDAHULUAN                              
1.1    LATAR BELAKANG ..................................................................................1
1.2    TUJUAN PERCOBAAN ..............................................................................1
1.3    PRINSIP PERCOBAAN................................................................................ 2
1.4    MANFAAT PERCOBAAN .......................................................................... 2
BAB II  : TINJAUAN PUSTAKA
2.1    PENGERTIAN VITAMIN C .......................................................................3
2.2.   PENGERTIAN ASI EKSLUSIF...........................................................…… 4
2.3.   MANFAAT PEMBERIAN ASI EKSLUSIF ............................................... 4
2.4    JANGKA WAKTU PEMBERIAN ASI EKSLUSIF................................. 6
2.5  FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF.... 7
2.6   KENDALA DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF……………………8
2.7   TANDA-TANDA MENYUSUI YANG BENAR……..……………………9
2.8   MASALAH DALAM MENYUSUI…………………...……………………9

BAB III : METODOLOGI PERCOBAAN
3.1    ALAT DAN BAHAN ................................................................................. 13
3.2.    PROSEDUR PERCOBAAN  .....................................................................13
BAB IV : HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN
4.1    HASIL PERCOBAAN ............................................................................... 15
4.2.   PEMBAHASAN ........................................................................……. 16
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN
5.1    KESIMPULAN .......................................................................................... 18
5.2.    SARAN  ........................................................................………………. 18
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 19








BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Vitamin C atau asam askorbat adalah komponen berharga dalam makanan karena berguna sebagai antioksidan dan mengandung khasiat pengobatan (Sandra G.,1995). Vitamin C mudah diabsorpsi secara aktif, tubuh dapat menyimpan hingga 1500 mg vitamin C bila di konsumsi mencapai 100 mg sehari. Jumlah ini dapat mencegah terjadinya skorbut selama tiga bulan. Tanda-tanda skorbut akan terjadi bila persediaan di dalam tubuh tinggal 300 mg. Konsumsi melebihi taraf  kejenuhan akan dikeluarkan melalui urin ( Almatsier., 2001).
Vitamin C pada umumnya hanya terdapat di dalam pangan nabati, yaitu sayur dan buah seperti jeruk, nenas, rambutan, papaya, gandaria, tomat, dan bawang putih (Allium sativumL) (Almatsier., 2001). Peranan utama vitamin C adalah dalam pembentukan kolagen interseluler.Kolagen merupakan senyawa protein yang banyak terdapat dalam tulang rawan, kulit bagian dalam tulang, dentin, dan vasculair endothelium. Asam askorbat sangat penting peranannya dalam proses hidroksilasi dua asam amino prolin dan lisin menjadi hidroksi prolin dan hidroksilisin.Penetapan kadar Vitamin C dalam suasana asam akan mereduksi larutan dye membentuk larutan yang tidak berwarna.
Air Susu Ibu merupakan makanan ideal bagi neonatus. ASI menyediakan nutrisi-nutrisi yang spesifik dengan kebutuhan bayi sesuai dengan umurnya. ASI memiliki fungsi menjaga keseimbangan nutrisi, mengandung faktor-faktor imunologis, zat anti bakteri dan faktor-faktor yang bekerja sebagai sinyal biologis untuk memicu pertumbuhan dan diferensiasi seluler. Salah satu kandungan zat dalam ASI yang berfungsi sebagai sistem imun adalah Vitamin C.
1.2                   Tujuan Percobaan
a.          Untuk mengetahui apa pengertian Vitamin C  .
b.         Untuk mengetahui apa pengertian ASI Eksklusif  .
c.          Untuk mengetahui apa faktor yang mempengaruhi kandungan ASI eksklusif.
d.        Untuk mengetahui bagaimana penentuan  kadarpHdan kandungan Vit. C dalam ASI .


1.3              Prinsip Percobaan
Asam askorbat mereduksi asam molybdophosporat kuning menjadi phospomolibdenum biru. Konsentrasi asam askorbat ditentukan secara semi kuantitatif dengan membandingkan zona reaksi pada tes strip dengan warna pada table warna secara visual.     

1.4              Manfaat Percobaan
            Dengan melakukan percobaan ini mahasiswa dapat memahami apa defenisi  ASI, pengertian Vitamin C  , bagaimana penentuan kadar pH dan kandungan Vit. C dalam ASI ,apa saja kandungan pada ASI , dan apa faktor yang mempengaruhi kandungan  ASI eksklusif .





















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1          Pengertian Vitamin C
     Vitamin adalah molekul organik sederhana yang diminta oleh tubuh. Vitamin bukan karbohidrat, protein maupun lipid. Tubuh tidak dapat mensintesis vitamin-vitamin. Karena larut dalam air, vitamin C mudah diserap dalam usus halus, dari mana ia langsung masuk ke dalam darah vena porta ke hati dan dari sana ke seluruh tubuh. Vitamin ini disimpan dalam banyak jaringan, tetapi terutama banyak sekali dalam organ yang berhubungan dengan aktivitas metabolism (Tarrant, 1989).
Asam askorbat atau lebih dikenal dengan nama vitamin C adalah vitamin untuk jenis primat tetapi tidak merupakan vitamin bagi hewan-hewan lain. Asam askorbat adalah suatu reduktor kuat. Bentuk teroksidasinya, asam dehidroaskorbat, mudah direduksi lagi dengan berbagai reduktor seperti glutation (GSH). Peranan asam askorbat sebagai koenzim belum dapat dipastikan karena asam ini tidak dapat berikatan dengan protein yang manapun (Sulaiman, 1995).
Vitamin C memiliki sifat yang larut dalam air dan mudah rusak oleh panas udara, alkali enzim, stabil pada suasana asam. Gejala yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C antara lain pendarahan ringan. Sedangkan gejala yang berat antara lain gigi rontok, luka pada gusi, luka sukar sembuh dan tulang mudah patah. Vitamin C dapat ditemukan pada buah jeruk, tomat, arbei, kangkung, kentang, cabai, selada hijau dan jambu biji(Baliwati dan Ali, 2002).
Air Susu Ibu merupakan makanan ideal bagi neonatus. ASI menyediakan nutrisi-nutrisi yang spesifik dengan kebutuhan bayi sesuai dengan umurnya. ASI memiliki fungsi menjaga keseimbangan nutrisi, mengandung faktor-faktor imunologis, zat anti bakteri dan faktor-faktor yang bekerja sebagai sinyal biologis untuk memicu pertumbuhan dan diferensiasi seluler. Salah satu kandungan zat dalam ASI yang berfungsi sebagai sistem imun adalah Vitamin C. Vitamin C merupakan salah satu vitamin larut air yang bersifat labil sehingga mudah mengalami oksidasi yang diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain temperatur, lama simpan, cahaya, kondisi alkali dan adanya katalisator besi dan tembaga. Pada saat penyimpanan temperatur dan lama penyimpanan sangat mempengaruhi stablitas kadar vitamin C yang terdapat di dalam ASI. Temperatur penyimpanan yang tinggi dan waku simpan yang relatif lama akan mengakibatkan terjadinya proses oksidasi sehingga kadar vitamin C yang terdapat di dalam ASI akan mengalami penurunan atau kerusakan. Penurunan kadar vitamin C ASI yang terlalu banyak akan mengakibatkan pemunuhan kebutuhan vitamin C bayi usia 0-6 bulan yang mendapatkan ASI Eksklusif tidak terpenuhi secara optimal.

2.2          Pengertian ASI Eksklusif
ASI adalah satu – satunya makanan bayi yang paling baik, karena mengandung zat gizi yang paling sesuai dengan kebutuhan bayi yang sedang dalam tahap percepatan tumbuh kembang ( Sanyoto dan Eveline, 2008 ). ASI eksklusif atau lebih tepatnya pemberian ASI secara eksklusifadalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Bayi sehat umumnya tidak memerlukan tambahan makanan sampai usia 6 bulan. Pada keadaan –keadaan khusus dibenarkan untuk mulai memberi makanan padat setelah bayiberumur 4 bulan tetapi belum mencapai 6 bulan. Misalnya karena terjadi peningkatan berat badan kurang atau didapatkan tanda – tanda lain yang menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif tidak berjalan dengan baik  (Roesli, 2005).
Air susu Ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh manusia untuk konsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bayi yang belum mapu mencerna makanan padat. Air susu Ibu diproduksi karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin setelah kelahiran bayi. Air susu Ibu yang pertamabaik  keluar disebut kolustrum atau jolong dan mengandung banyak Immunoglobulin IgA yang untuk pertahanan tubuh bayi melawan penyakit.
Seperti halnya nutrisi pada umumnya ,ASI mengandung komponen makro dan mikor nutrien. Termasuk makronutrien adalah karbohidrat,protein dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. ASI hampir 90 % terdiri dari air. Volume dan komposisi nutrien ASI berbeda untuk setiap Ibu tergantung dari kebutuhan bayi. Perbedaan volume dan komposisi  diatas juga terlihat pada amasa menyusui (kolustrum, ASI transisi, ASI matang dan ASI pada saat penyapihan). Kandungan zat gizi ASI awal dan akhir pada setiap Ibu menyusui juga berbeda. Kolustrum yang diproduksi antara hari 1 sampai ke 5 kaya akan zat gizi terutama protein.
ASI transisi mengandung banyak lemak dan gula susu (laktosa). ASI  dari Ibu yang melahirkan bayi kurang bulan (prematur) mengandung tinggi lemak dan protein ,serta rendah laktosa dibanding ASI yang berasal dari Ibu melahirkan cukup bulan. Pada saat penyapihan kadar lemak dan protein meningkat seiring bertambah banyaknya kelenjar payudara. Walaupun kadar protein,laktosa dan nutrien yang larut dalam air sama pada setiap kali periode menyusui, tetapi kadar lemak meningkat.
Jum;ah total produksi ASI dan asupan ke bayi bervariasi untuk setiap waktu  menyusui dengan jumlah berkisar antara 450 sampai 1200 ml dengan rerata antara 750-850 per hari. Banyaknya ASI yang berasal dari Inu yang mempunayi status gizi buruk dapat menurun sampai jumlah hanya 100-200 ml per hari.
ASI punya sejuta manfaat bagi tumbuh kembang dan kesehatan bayi karena ASI adalah nutrisi bterbaik dan paling lengkap. Kandungan nutrisinya yang unik menyebabkan ASI  memiliki keunggulan yang tidak akan dimiliki oleh jenis susu formula lainnya. Ini beberapa diantaranya :
1.      Immunoglobin A (IgA) banyak terdapat pada kolustrum yakni ASI yang bewarna kekuningan yang keluar pertama dari payudara. Zat ini melindungi bayi dari serangan infeksi. Ig A melapisi saluran cerna agar kuman tidak dapat masuk kedalam aliran darah dan akan melindungi bayi hingga sistem kekebalan tubuhnya berfungsi dengan baik.
2.      Ganfliosida (GA) yang berperan dalam pembentukan memori dan fungsi otak besar serta sebagai alat konektivitas sel otak bayi. GA sangat penting bagi pertumbuhan anak. Ketika lahir ,bayi memiliki 100 miliar sel otak yang belum terhubung dan GA  diperlukan untuk menghubungkan sel-sel otak tersebut.
3.      Protein yang disebut protein kasein dan whey. Protein yang terdapat pada ASI lebih mudah dicerna bayi, dibanding protein yang terkandung dari susu mamalia lainnya.
4.      Lemak ASI terdiri dari beberapa jenis namun yang paling esensial adalah asam lemak yang merupakan komponen dari semua jaringan tubuh dan diperlukan untuk perkembangan jaringan sel,otak, retina , dan susunan saraf. ASI mengandung asam lemak tidak jenuh ganda berantai panjang.

2.3          Manfaat pemberian ASI eksklusif
Menyusui bayi dapat mendatangkan keuntungan bagi bayi, ibu,keluarga, masyarakat, dan negara. Sebagai makanan bayi yang paling sempurna, ASI mudah dicerna dan diserap karena mengandung enzim penernaan. Beberapa manfaat ASI sebagai berikut :

a.       Untuk Bayi 
Ketika bayi berusia 0-6 bulan, ASI bertindak sebagai makanan utama bayi,karena mengandung lebih dari 60% kebutuhan bayi,  ASI memang terbaik untuk bayi manusia sebagaimana susu sapi yang terbaik untuk bayi sapi, ASI merupakan komposisi makanan ideal untuk bayi,  pemberian ASI dapat mengurangi resiko infeksi lambung dan usus, sembelit serta alergi, bayi yang diberi ASI lebih kebal terhadap penyakit dari pada bayi yang tidak mendapatkan ASI,  bayi yang diberi ASI lebih mampu menghadapi efek penyakit kuning,  pemberian ASI dapat semakin mendekatkanhubungan ibu dengan bayinya. Hal ini akan berpengaruh  terhadap kemapanan emosinya di masa depan,  apabila bayi sakit, ASI merupakan makanan yang tepat bagi bayi karena mudah dicerna dan dapat mempercepat penyembuhan,  pada bayi prematur, ASI dapat menaikkan berat badan secara cepat dan mempercepat pertumbuhan sel otak,  tingkat kecerdasan bayi yang diberi ASI lebih tinggi 7-9 poin dibandingkan bayi yang tidak diberi ASI ( Roesli, 2000 ).

b.       Untuk Ibu 
Isapan bayi dapat membuat rahim menciut, mempercepat kondisi ibu untuk kembali ke masa prakehamilan, serta mengurangi resiko perdarahan,lemak yang ditimbun di sekitar panggul dan paha pada masa kehamilan akan berpindah ke dalam ASI, sehingga ibu lebih cepat langsing kembali,resiko terkena kanker rahim dan kanker payudara pada ibu yang menyusui bayi lebih rendah dari pada ibu yang tidak menyusui, menyusui bayi lebih menghemat waktu, karena ibu tidak perlu menyiapkan botol dan  mensterilkannya,  ASI lebih praktis lantaran ibu bisa berjalan-jalan tanpa membawa perlengkapan lain,  ASI lebih murah dari pada susu formula,ASI selalu steril dan bebas kuman sehingga aman untuk ibu dan bayinya,ibu dapat memperoleh manfaat fisik dan emotional ( Dwi Sunar, 2009 ).

c.       Untuk Keluarga
          Tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli susu formula, botol susu, serta peralatan lainnya, jika bayi sehat, berarti keluarga mengeluarkan lebih sedikit biaya guna perawatan kesehatan,  penjarangan kelahiran lantaran efek kontrasepsi dari ASI eksklusif,  jika bayi sehat berarti menghemat waktu keluarga,  menghemat tenaga keluarga karena ASI selalu tersedia setiap saat,  keluarga tidak perlu repot membawa berbagai peralatan susu ketika bepergian ( Roesli, 2005)
d.      Untuk Masyarakat dan Negara
Menghemat devisa negara karena tidak perlu mengimpor susu formula dan peralatan lainnya,bayi sehat membuat negara lebih sehat,  penghematan pada sektor kesehatan, karena jumlah bayi yang sakit hanya sedikit, memperbaiki kelangsungan hidup anak karena dapat menurunkan angka kematian,  ASI merupakan sumber daya yang terus-menerus di produksi (Dwi Sunar, 2009 ).
2.4          Jangka waktu pemberian ASI Eksklusif
Pemberian ASI Eksklusif ini dianjurkan untuk jangka waktusetidaknya selama 4 bulan, tetapi bila mungkin terjadi sampai 6 bulan. Setelahbayi berumur 6 bulan, ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat,sedangkan ASI dapat diberikan sampai bayi berusia 2 tahun atau bahkan lebihdari 2 tahun (Roesli, 2000).  Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan,pemerintah telah mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan pemberian ASIeksklusif. Jangka waktu pemberian ASI eksklusif yang dianjurkan olehpemerintah saat ini adalah 6 bulan pertama yang kemudian dilanjutkan sampai2 tahun dengan pemberian MP-ASI setelah 6 bulan (Depkes, 2005)

2.5          Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif
Faktor – faktor yang mempengaruhi seorang ibu dalam memberikan ASI secara eksklusif  kepada balitanya antara lain :
1.      Kemudahan-kemudahan yang didapat sebagai hasil kemajuan teknologi pembuatan makanan bayi seperti pembuatan tepung makanan bayi, susu buatan bayi, mendorong ibu untuk mengganti ASI dengan makanan olahan lain.
2.      Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi menyebabkan ibu beranggapan bahwa makanan-makanan itu lebih baik dari ASI
3.      Para ibu sering keluar rumah baik karena bekerja maupun karena tugas tugas sosial,maka susu sapi adalah satu-satunya jalan keluar dalam pemberian makanan bagi bayi yang ditinggalkan dirumah.
4.      Adanya anggapan bahwa memberikan susu botol kepada anak sebagai salah satu simbol bagi kehidupan tingkat sosial yan lebih tinggi, terdidik dan mengikuti perkembangan zaman.
5.      Ibu takut bentuk payudara rusak apabila menyusui dan kecantikannya akan hilang.
6.      Pengaruh melahirkan dirumah sakit atau klinik bersalin. Belum semua petugas paramedis diberi pesan dan diberi cukup informasi agarmenganjurkan setiap ibu untuk menyusui bayi mereka, serta praktek yang keliru dengan memberikan susu botol kepada bayi yang baru lahir. ( Arifin, 2004 )


2.6          Kendala pemberian ASI eksklusif
Beberapa kendala yang menyebabkan seorang ibu tidak dapat melakukan pemberian ASI secara eksklusif antara lain :
1.      produksi ASI kurang
2.      ibu kurang memahami tata laksana laktasi yang benar
3.      ibu ingin menyusui kembali setelah bayi diberi formula (relaktasi)
4.      bayi terlanjur mendapat prelacteal feeding (pemberian air gula / dekstrosa, susu formula pada hari – hari pertama kelahiran)
5.      kelainan yang terjadi pada ibu (puting ibu lecet, puting ibu luka, payudara bengkak, engorgement, mastitis dan abses)
6.      ibu hamil lagi pada saat masih menyusui
7.      ibu sibuk bekerja
8.      kelainan yang terjadi pada bayi (bayi sakit dan abnormalitas bayi) ( Nyoman dan Jeanne, 2008 )

2.7          Tanda-tanda menyusui yang benar
a.       Bayi cukup tenang
b.      Muka bayi terbuka lebar
c.       Bayi menempel betul pada ibu
d.      Mulut dan dagu bayi menempel betul pada payudara ibu
e.       Seluruh areola tertutup mulut bayi
f.       Bayi nampak pelan-pelan menghisap dengan kuat
g.      Puting susu ibu tidak terasa nyeri
h.      Kuping dengan lengan bayi berada pada suatu garis
i.        Posisi ibu menyusui duduk, berbaring, berdiri dan digendong
                              




2.8          Masalah Dalam Menyusui
a.       ASI Kurang
Seringkali ibu merasa produksi ASI-nya kurang padahal sebenarnya tidak, apabila bayinya sering menangis, ibu terasa tergesa-gesa ingin memberikan tambahan susu formula.
  Penanggulangannya :
1)      Ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi
2)      Menyusuilah dengan benar
3)      Menyusui secara bergantian antara kedua payudara
4)      Minimalkan penggunaan alat ( misal : dot ) karena akan membingungkan bayi dan akhirnya mengurangi rangsangan untuk memproduksi ASI

b.       Bayi Bingung Puting
Bayi yang mendapatkan susu formula bergantian dengan ASI mengalami nipple confusion sehingga waktu menyusui ibunya sering terputus-putus bahkan kadang-kadang menolak menyusui ibunya.
Penanggulangan :
1)      Ibu harus mengusahakan pemberian ASI eksklusif
2)      Menyusui dengan benar
3)      Menyusui lebih lama dan sering



c.       Payudara Bengkak
Pada hari-hari pertama, seringkali menyusui kurang efektif sehingga ASI mengumpul di dalam payudara, menekan pembuluh darah dan saluran limfe. Hal ini mengakibatkan payudara menjadi bengkak dan nyeri.
Untuk menghindari hal tersebut lakukanlah :
1)      Susui bayi segera setelah bayi lahir
2)      Susui menurut kehendak bayi, jangan dijadwalkan
3)      Susui bayi dengan menggunakan tehnik menyusui yang benar
4)      Keluarkan sisa ASI dengan tangan atau pompa

Penanggulangan :
1)      Bayi disusun untuk menghindari pembengkakan
2)      Berikan kompres dingin untuk mengurangi nyeri
3)      Lakukan pengurutan atau massage payudara


d.       Puting Susu Nyeri Atau Lecet
Rasa nyeri timbul karena waktu menyusui hanya puting susu yang masuk ke dalam mulut bayi seangkan areola tidak masuk mulut. Disamping itu juga disebabkan karena perawatan yang tidak benar pada payudara.
Penanggulangan :
1)      Lakukan teknik menyusui yang benar
2)      Menyusui pada payudara yang tidak lecet
3)      Jangan membersihkan puting dengan sabun atau alkohol

e.         Mastitis
Mastitis adalah peradangan payudara akibat infeksi. Biasanya terjadi pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan yang tersumbat atau luka pada puting yang terinfeksi.
Penanggulangan :
1)         Kompres air hangat
2)         Ibu tetap menyusui bayinya pada payudara yang tidak terinfeksi
3)         Cukup istirahat
4)         Minum air putih minimalkan 2 liter/hari
5)         Minum anti biotik
6)         Lakukan perawatan payudara

f.          Pengetahuan 
Pengetahuan dibagi menjadi 2 yaitu pengetahuan yang didapat dari pengalaman dan pengetahuan yang didapat dari keterangan. Pengetahuan yang didapat dari pengalaman disebut pengetahuan pengalaman. Sedangkan pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut ilmu pengetahuan (Waridjan, 2000) . Pengetahuan ibu mengenai keunggulan ASI dan cara pemberianASI yang benar akan menunjang untuk keberhasilan menyusui. Suatu penelitian yang dilakukan di Semarang menunjukkan bahwa wanita dari semua tingkat ekonomi mempunyai pengetahuan yang baik tentang kegunaan ASI dan mempunyai sikap positif terhadap usaha memberikan ASI, tetapi dalam prakteknya tidak selalu sejalan dengan pengetahuan mereka (Almatsier, 2001).
Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan menggunakan instrument berbentuk pertanyaan pilihan dan berganda ( multiple choicetest ), instrument ini merupakan bentuk test objektif yang paling seringdigunakan. Di dalam menyusun instrument ini diperlukan jawaban –jawaban, kemudian responden hanya memilih jawaban yang benar saja(Khomsan, 2000). Pengetahuan ini dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan formal.Tingkat pendidikan formal merupakan faktor yang menentukan mudah tidaknya menyerap dan memahami informasi tentang gizi khususnyatentang ASI (Handayani, 1994) .
Kategori pengetahuan bisa dibagi dalam 3 kelompok yaitu baik, sedang dan kurang. Cara pengkategorian dilakukan dengan menetapkan cut of point dari skor yang telah dijadikan persen.

g.         Tingkat pendidikan
Latar belakang pendidikan orang tua baik suami maupun istri merupakan salah satu unsur penting yang ikut menentukan keadaan gizi anak.Dari berbagai penelitian diketahui adanya korelasi positif antara keadaan gizianak dengan pendidikan orang tua (Atmarita dan Jalal, 1991) Penelitian ini mengemukakan bahwa masyarakat dengan pendidikancukup tinggi maka prevalensi gizi kurang umumnya rendah. Sebaliknya bilatingkat pendidikan orang tua rendah prevalensi gizi kurang umunya tinggi.Ada dua sisi kemungkinan hubungan tingkat pendidikan orang tua dengankeadaan ekonomi rumah tangga. Pendidikan istri disamping merupakan modalutama dalam menunjang perekonomian rumah tangga juga berperan dalampenyuluhan pada makanan rumah tangga maupun pola pengasuhan anak(Sayogyo, 1995).
Kurangnya pendidikan gizi seringkali merupakan rintangan terpenting dalam jalur perjalanan pangan. Penting untuk selalu diingat bahwa jalur perjalanan pangan berhubungan dengan banyak hal. Misalnya cara-cara bertani yang kurang baik, rencana pembelanjaan keluarga yang kurang serasi, distribusi makanan diantara anggota keluarga kurang merata, seimbang dan kebiasaan menyusui serta memberi makanan tambahan pada bayi yang salah. Dengan demikian banyak segi yang dihadapi dalam bidang pendidikan perbaikan gizi (Sayogya, 1995).

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN

3.1          Alat Dan Bahan
a.       Alat
1.             Tes Strip
2.             Indikator Universal
b.             Bahan
1.              ASI eksklusif 30 ml
2.              NaOH 1 M
3.              H2SO4 0,5 M
4.              Asam Askorbat

3.2          Prosedur percobaan
a.       Untuk Cek Ph
1.             Celupkan zona reaksi dari tes strip kedalam sampel selama 1 detik
2.             Goyangkan untuk menghilangkan kelebihan larutan dari tes strip
3.             Setelah 10 detik bandingkan secara tepat zona reaksi dengan indikator universal  /kertas tabel bewarna  ,perkirakan nilai tengah jika diperlukan.
4.             Catat hasil yang didapat

b.       Untuk cek Kadar Vitamin C
1.             Celupkan zona reaksi dari tes strip kedalam sampel selama 1 detik
2.             Goyangkan untuk menghilangkan kelebihan larutan dari tes strip
3.             Setelah 10 detik bandingkan secara tepat zona reaksi dengan kertas tabel bewarna.
4.             Catat hasil yang didapat

Catatan :
1.             Pengukuran pada permukaan basah irisan bahan disarankan hanya untuk nilai acuan.
2.             pH harus dalam range 2-7 ,atur dengan penambahan NaOH atau H2SO4,Jika diperlukan
3.             Sampel dengan kandungan asam askorbat >2000 mg/L harus diencerkan
4.             Sampel dengan warna kuat harus dikolorisasi dengan selulosa mikrokristal
5.             Untuk kontrol,larutkan asam 0,1 g askorbat dengan 200 ml aquades (konsentrasi 500 mg/L),analisa larutan standar ini dengan cara diatas.































BAB IV
HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

4.1              Hasil Percobaan
NO
Data Ibu Menyusui
pH
Vit. C
1
Nama               :  Mumun
Umur               :  33 tahun
Umur Bayi      : 4 bulan
Ibu menyusui :
-       Tidak ada riwayat penyakit
-       Makan buah dan sayur
-       Jarang / Tidak mengkonsumsi susu


7


50 mg/L
2
Nama               :  Iraini
Umur               :  29 tahun
Umur Bayi      :  3 bulan 4 hari
Ibu menyusui :
-       Tidak ada riwayat hipertensi
-       Makan buah dan sayur setiap hari
-       Jarang / Tidak mengkonsumsi susu



7



100 mg/L
3
Nama               :  Yusminarti
Umur               :  28 tahun
Umur Bayi      :  9,5 bulan
Ibu menyusui :
-       Tidak ada riwayat penyakit
-       Mengkonsumsi sayur setiap hari
-       Nutrisi kurang terpenuhi
-       Mengkonsumsi susu kaleng




7




50 mg/L
4
Nama               :  Mardalena
Umur               :  35 tahun
Umur Bayi      :  5 bulan
-       Tidak ada riwayat penyakit
-       Kadang-kadang  mengkonsumsi sayur dan buah
-       Nutrisi kurang terpenuhi
-       Mengkonsumsi susu kaleng



7



50 mg/L
5
Nama               :  Yulza Triniarti
Umur               :  31 tahun
Umur Bayi      :  5 bulan
-       Tidak ada riwayat penyakit
-       Kadang-kadang  mengkonsumsi sayur dan buah
-       Nutrisi kurang terpenuhi
-       Terkadang mengkonsumsi susu



7



50 mg/L
6
Nama               :  Uci Rahmalisa
Umur               :  26 tahun
Umur Bayi      :  5 bulan
-       Tidak ada riwayat penyakit
-       Kadang-kadang  mengkonsumsi sayur dan buah
-       Nutrisi kurang terpenuhi
-       Tidak mengkonsumsi susu



7



50 mg/L

4.2  Pembahasan
ASI menyediakan nutrisi-nutrisi yang spesifik dengan kebutuhan bayi sesuai dengan umurnya. ASI memiliki fungsi menjaga keseimbangan nutrisi, mengandung faktor-faktor imunologis, zat anti bakteri dan faktor-faktor yang bekerja sebagai sinyal biologis untuk memicu pertumbuhan dan diferensiasi seluler. Salah satu kandungan zat dalam ASI yang berfungsi sebagai sistem imun adalah Vitamin C.
Dari hasil percobaan dapat diketahui bahwa ibu yang mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari kandungan vitamin C pada ASI lebih tinggi dari yang tidak mengkonsumsi buah dan sayur .Nutrisi terpenuhi atau tidak  dan pola kesehatan pada ibu menyusui berpengaruh terhadap kandungan zat gizi pada ASI . pH yang didapat  normal pada semua sampel  ASI dan tidak perlu penambahan NaOH atau H2SO4  .

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

1.1                   Kesimpulan
ASI menyediakan nutrisi-nutrisi yang spesifik dengan kebutuhan bayi sesuai dengan umurnya. ASI memiliki fungsi menjaga keseimbangan nutrisi, mengandung faktor-faktor imunologis, zat anti bakteri dan faktor-faktor yang bekerja sebagai sinyal biologis untuk memicu pertumbuhan dan diferensiasi seluler. Salah satu kandungan zat dalam ASI yang berfungsi sebagai sistem imun adalah Vitamin C. Vitamin C merupakan salah satu vitamin larut air yang bersifat labil sehingga mudah mengalami oksidasi yang diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain temperatur, lama simpan, cahaya, kondisi alkali dan adanya katalisator besi dan tembaga.
Seperti halnya nutrisi pada umumnya ,ASI mengandung komponen makro dan mikor nutrien. Termasuk makronutrien adalah karbohidrat,protein dan lemak sedangkan mikronutrien adalah vitamin dan mineral. ASI hampir 90 % terdiri dari air. Volume dan komposisi nutrien ASI berbeda untuk setiap Ibu tergantung dari kebutuhan bayi. Perbedaan volume dan komposisi  diatas juga terlihat pada amasa menyusui (kolustrum, ASI transisi, ASI matang dan ASI pada saat penyapihan). Kandungan zat gizi ASI awal dan akhir pada setiap Ibu menyusui juga berbeda. Kolustrum yang diproduksi antara hari 1 sampai ke 5 kaya akan zat gizi terutama protein.


1.2                   Saran
Sebaiknya dalam proses praktikum, kita bisa lebih dapat bekerja sama dan berpatisipasi lagi dalam hal melakukan percobaan .






1 komentar:

  1. SAYA IBU ROMLAH POSISI SEKARANG DI MALAYSIA
    SUDAH 8 TAHUN SAYA KERJA JADI PEMBANTU DI MALAYSIA
    MAU PULANG KE INDO TIDAK PERNA TERKABUL KARNA MASALAH KEUANGAN APALAGI HUTANG MASIH BANYAK SAMA TEMAN DI TAMBAH SAMA MAJIKAN SIANG MALAM SAYA SELALU MELAMUN KARNA TERLILIT HUTANG DAN SECARA KEBETULAN SAYA BUKA INTERNET ADA SESEORANG BERKOMENTAR SUKSES DENGAN CARA PASANG TOGEL KATANYA DI BANTU OLEH MBAH SERO KEBETULAN DI MALAYSIA ADA PEMASANGAN TOGEL JADI SAYA COBA HUBUNGI MBAH SERO SIAPA TAU INI REJEKI SAYA ANGKA YANG DI BERIKAN MBAH 6D TOTO TEMBUS 100% SYUKUR ALHAMDULILLAH SAYA SUDAH BISA MELUNASI HUTANG HUTANG SAMA TEMAN DAN MAJIKAN RENCANA MAU PULANG KAMPUNG UNTUK BUKA USAHA BAGI SAUDARAH SAUDARAH MAU SUKSES SEPERTI SAYA TERUTAMA YANG TERLILIT HUTANG SUDAH LAMA BELUM TERLUNASI JANGAN PUTUS ASA LANSUNG HUBUNGI MBAH SERO DI NO.HP: 082 370 357 999 ATAU BUKA BLOG MBAH KLIK DISINI PESUGIHAN TANPA TUMBAL SAYA JAMIN MBAH TIDAK AKAN MENGECEWAKAN PASTI ANDA SUKSES ATAU BIKTIKAN AJA SENDIRI..

    BalasHapus